TRANSFER PRICING


Pada banyak organisasi yang terdesentralisasi, keluaran dari salah satu divisi digunakan sebgai masukan pada divisi lainnya. Hal ini menimbulkan suatu persoalaan akuntansi. Bagaimana menilai barang-barang yang ditransfer? Ketika divisi-divisi diperlukan sebagai pusat pertanggungjawaaban, divisi tersebut dievaluasi berdasarkan laba operasi, pengembalian atas investasi dan laba residu atau EVA. Jadi, nilai barang yang ditransfer merupakan pendapatan bagi divisi yang menjual dan biaya bagi divisi yang membeli.nilai ini atau harga internal disebut harga transfer (transfer price). Dengan kata lainharga transfer adalah harga yang dibebankan untuk suatau komponen oleh divisi penjual pada divisi pembeli di perusahaan yang sama.

Harga transfer minimun adalah harga transfer yang akan membuat keadaan divisi penjual tidak menjadi lebih buruk jika barang dijual divisi internal daripada dijual pada pihak luar. Hal ini sering disebut “batas bawah (floor)” dari rentang penawaran.

Harga transfer maksimum adalah harga transfer yang akan membuat keadaan divisi pembeli tidak menjadi lebih buruk, jika suatu input dibeli dari divisi internal daripada jika barang yang sama dibeli secara eksternal. Hal ini sering disebut “ batas atas (ceiling)” dari rentang penawaran.

Full Download

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: