Uji Multikoliniertas Dalam Ekonometrika

Istilah multikolinieritas mula-mulanya  ditemukan oleh Ragnar Fricsh, pada mulany a multikolinieritas berarti adanya hubungan linier yang sempurna atau pasti diantara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dari model regresi.

ATAU

Uji multikolinieritas berarti terjadi korelasi yang kuat (hampir sempurna) antar variabel bebas. Tepatnya multikolinieritas berkenaaan dengan terdapatnya lebih dari satu hubungan linier pasti, dan istilah kolinieritas berkenaan dengan terdapatnya satu hubungan linier.

Uji multikolinieritas

PENYEBAB  :

1.karena sifat-sifat  yang terkandung dalam kebanyakan variabel ekonomi berubah bersama-sama sepanjang waktu.

2.besaran-besaran ekonomi dipengaruhi oleh faktor-faktor yang sama.

Uji non multikolinieritas

Cara Mendeteksi :

  1. Dengan melihat  koefisien korelasi antar variabel bebas : jika koefisiaen korelasi antar variabel bebas ≥ 0,7 maka terjadi multikolinier.
  2. Dengan melihat tabel VIF (varian infloating factor) : jika nilai VIF ≤ 10 maka tidak terjadi multikolinier.

CONTOH  KASUS  MULTIKOLINERITAS

  • ● berikut ini adalah data time series :

No

X1

X2

Y

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

23

45

32

32

43

21

32

34

54

23

12

23

21

34

32

43

12

23

34

32

23

43

24

27

38

25

24

34

32

36

34

32

35

45

42

31

15

23

43

21

23

34

27

29

35

34

33

24

25

23

45

32

45

32

12

23

45

32

23

34

45

43

23

34

35

36

37

32

34

45

36

34

45

45

65

43

23

34

37

29

27

25

26

36

35

37

34

38

34

26

  • ● Berdasarkan data tersebut ujilah apakah data tersebut terjadi gejala multikolineritas ?

PENGUJIAN  MANUAL  VIF

  • ● Hitung nilai korelasi antar variabel bebas (r)
  • ● Kuadratkan nilai korelasi antar variabel bebas (r²)
  • ● Hitung nilai tolerrance (TOL) dengan rumus (1-r²)
  • ● Hitung nilai VIF dengan rumus 1/TOL
  • ● Jika VIF < 10, maka tidak terjadi multikolinier.

Korelasi X1.X2           r           0,112

r²          0.013

Tolerrance (TOL)                    0,987

VIF                                         1,013

PENGUJIAN MULTIKOLINIER DENGAN SPSS

  1.    Masukan data ke SPSS
  2.    Analyze ==è Regression ==è Liniear
  3.    Masukan Variabel Y ==è pada kotak Dependent

Masukan Variabel X1 dan X2 ==è pada kotak Indepemdent

  1.     Lalu klik Statistic dan pada kolom Regression coefficient, check (√ ) Collinearity Diagnostics ==è Continue
  2.     Klik OK

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

Collinearity Statistics

B

Std. Error

Beta

Tolerance

VIF

1 (Constant)

38.494

7.402

5.200

.000

X1

.075

.169

.085

.445

.660

.987

1.013

X2

-.162

.183

-.168

-.882

.386

.987

1.013

a. Dependent Variable: Y

KESIMPULAN  :

● Karena nilai VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinier

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: