Promosi Dalam Manajemen Pemasaran

Download file on word document

KEPUTUSAN PROMOSI

PERKENALAN

Promosi merupakan alat yang kritis dalam bauran pemasaran. Sarana utama dari promosi pemasaran adalah pengiklanan, penjualan secara pribadi, surat pos langsung peragaan di lokasi penjualan dan literatur, publisitas, dan komunikasi dari mulut ke mulut.peran promosi dalam bauran pemasaran adalah menjelaskan kepada pelanggan yang ada maupun yang potensial tentang manfaat dan nilai yang ditawarkan oleh produk adapun peran lain yaitu menyediakan informasi, merangsang permintaan, membedakan antara produk satu dengan yang lain, mengingatkan para pelanggan mengenai kegunaan produk perusahaan, menjawab berita negatif dari kabar yang tersiar mengenai produk, memuluskan fluktuasi-fluktuasi permintaan, serta dapat membujuk para pengambil keputusan yang berlangganan terhadap media tersebut.

PENGIKLANAN

Iklan merupakan salah satu alat promosi utama dalam bauran pemasaran lebih penting untuk produk konsumen daripada produk industrial. Produk berbiaya rendah yang banyak dibeli dapat dipromosikan dengan iklan, sementara produk yang rumit secara teknis, mahal dan jarang dibeli hanya dapat dijual oleh gugus wiraniaga langsung yang terlatih baik. Kampanye iklan yang baik dapat mempermudah pekerjaan tenaga penjual untuk masuk, dan bila sudah berada di dalam lebih mudah untuk melakukan penjualan.

Pengiklanan dan tahap perkembangan ekonomi

Dengan naiknya pendapatan negara, akan timbul kekuatan penentangnya. Pada satu sisi, naiknya pendapatan menciptakan potensi pasar yang lebih besar untuk barang dan jasa, dan dengan demikian menciptakan insentif lebih besar untuk mengiklankan. Pada sisi lain, peningkatan pengiklanan ini untuk menanggapi tumbuhnya potensi serta jumlah pasar yang menghasilkan peningkatan kepadatan pesan komunkasi yang ditujukan kepada pelanggan dan mengurangi efektivitas pesan tertentu. Faktor penting lainnya adalah dengan tersedianya media.

Hubungan antara variable tersebut dapat digambarkan melalui bagan:

             Imbalan Pengiklanan: Variabel Utama

Prinsip ini dapat ditulis sebagai A = BCD. Dengan naiknya pandapatan, C akan menjadi besar dan D menjadi kecil dikarenakan oleh adanya pertambahan intensitas iklan dalam ekonomi.  Oleh sebab itu, C dan D bekerja dalam arah berlawanan pada saat negara mengalami perubahan pendapatan dari pendapatan rendah ke pendapatan yang lebih tinggi.

Perusahaan global perlu menentukan tingkat total optimal dari pengeluaran pengiklanan dunia serta alokasi optimal pengeluaran antar negara. Di bawah kondisi alokasi optimal, imbalan marginal (dampak penjualan/kesadaran) dari pengeluaran pengiklanan negara adalah sama.

Maka dapat dinyatakan bahwa A = M1 = M2 = M3 = Mn

Jika

A   =  Dampak penjualan/kesadaran pengiklanan

M   =  Pengeluaran pengiklanan marginal

PENGELUARAN PENGIKLANAN DUNIA

Pada tahun 1985, Amerika Serikat dengan pengeluaran hampir $95 miliar membelanjakan dua kali lebih banyak untuk iklan daripada gabungan 10 negara berikutnya pada data Pengeluaran Pengiklanan Total – 13 negara pengiklan tertinggi di dunia pada tahun 1985. Peringkat  kedua diduduki oleh Jepang dengan pengeluaran sekitar $12,8 miliar. Kemudian Inggris menempati urutan ketiga dengan pengeluaran sekitar $5,8 miliar. Pengeluaran total pengiklanan dari ketiga belas negara tersebut adalah sebesar $146 yaitu 95 persen dari total di dunia tahun 1985.

Pengeluaran pengiklanan perkapita

Pengeluaran pengiklanan per kapita terbesar sebagaian besar terjadi di negara paling berkembang, sedangkan yang terendah terjadi di negara kurang berkembang.

Pengeluaran rata-rata untuk iklan perkapita pada tahun 1985 adalah$66,38 untuk 46 negara yang diliput, dan sebanyak 16 negara membelanjakan lebih dari $50 per kapita untuk iklan dalam media. Empat di antaranya, Amerika Serikat, Swiss, Finlandia, dan Uni Emirat Arab membelanjakan diatas $200 prer kapita dan 7 negara lain melebihi $100 per kapita.

Pengeluaran pengiklanan sebagai persentase dari GNP (produk nasional kotor)

Amerika Serikat dan Finlandia pada tahun 1984 membelanjakan lebih dari dua persen produk nasional kotor mereka utnuk iklan dan 13 negara lain melaporkan persentase diatas satu persen. Statistik GNP tahun 1985 tidak tersedia dari sumber terpusatsehingga semua rasio dihitung menggunakan data 1984.

Negara dengan proporsi alokasi produk nasional kotor untuk iklan yang terendah terjadi di negara kurang berkembang di Afrika dan Asia, dan beberapa negara kayaa minyak di timur tengah.

 

Iklan cetak

Iklan cetak tetap masih merupapkan sarana pengiklanan nomor satu di di sebagian besar negara. Pada tahun 1985, Amerika Serikat membelanjakan hampir $30 miliar untuk iklan cetak dan enam negara lain melampaui $1 miliar. Pengeluaran perkapita tertinggi untuk cetakan terjadi di Finlandia, Amerika Serikat dan Norwegia.

Di negara yang tidak terdapat televisi atau radio komersial atau hanya digunakan secara terbatas, proporsi dana dari iklan media yang dialokasikan untuk media cetak merupakan yang tertinggi. Negara yang terdaftar masing-masing membelanjakan lebih dari 80 persen pengeluaran media 1985 yang terukur untuk cetakan.

Iklan televisi

Amerika Serikat dan Jepang keduanya tetap memimpin dalam iklan televisi selama tahun 1985. Bila digabungkan, pengeluaran keduan negara tersebut melebihi $25 miliar dan merupakan bagian terbesar pengeluaran dunia dalam media ini.

Akan tetapi, atas dasar perkapita, pemasang iklan di Uni Emirat Arab dan Qatar menjadi pemakai terpenting dari televisi, baik dalam pengeluaran perkapita yang melebihi $90.00. televisi jelas sangat penting di Amerik Latin. Lima dari lima belas negara yang menjatahkan lebih dari 40% pengeluaran media terukur untuk televisi adalah negara Amerika Latin.

Iklan radio

Radio tetap masih kurang penting dibanding dengan televisi, seperti lima negara melaporkan pengeluaran untuk radio melebihi $200 juta dan hanya satu negara melaporkan pengeluaran sedikit diatas $180 juta.

Seperti sama pentingnya untuk mengadakan variasi fisik dalam produk untuk dapat memenuhi permintaan yang bervariasi dari berbagai segmen pasar. Tetapi, yang berbeda adalah tuntutan dari segmen pasar yaitu tuntutan dari segmen yang bukan pendekatan ke perencanaan dan persiapan program pemasaran. Prinsip yang mendasari komunikasi melalui iklan adalah sama untuk bangsa. Yang terkadang harus divariasikan adalah metode spesifik, teknik, dan simbolnya yang harus memperhitungkan kondisi lingkungan yang berbeda. Oleh sebab itu, pengiklan AS dapat diberi saran untuk mengekspor pendekatan mereka ke perencanaan dan persiapan pengiklanan internasional; tetapi membuat keputusan terakhir mengenai naskah atau media mereka hendaknya berkonsultasi dengan personalia yang benar-benar mengenal pasar asing itu dari dekat.

Contoh dari problema pemasaran internasional adalah situasi yang dihadapi oleh Levi Starus di Jepang. Sementara Levi Straus sibuk mengelola perluasanya di Eropa, beberapa pengusaha pabrikasi di Jepang telah menempatkan produk mereka sebagai celana  jean Amerika tulen, dan memberikan nama merek seperti Big John dan menggunakan model western. Dengan mencurahkan banyak kerja inovatif, Levi’s dapat memasukan produknya dalam saluran distribusi tetapi meskipun ada pengakuan perdagangan, tetap saja pangsa pasar (3 persen), kesadarn merk (6 persen ), dan ingat akan iklan (2 persen) sangat rendah

Pemecahan yang diadopsi oleh agen perikalanan Levi’s adlah memanfaatkan pemujaan pahlawan dengan menggunakan bintang film terkenal untuk “mendukung “produk Levi’s. Ini juga sejalan dengan keterpikatan khalayak ramai Jepang terhadap akan televise dan bintang film AS. Akan tetapi, masih terdapat kesulitan. Yang pertama adalah kebijakan perusahaan yang mendarah daging untuk tidak menggunakan orang-orang ternama. Yang lain adalah biaya. Meskipun begitu gagasanya sangat bagus, dan kepala agen periklanan Levi’s, Drew Fagen, tidak mau melepaskan gagasan yang baik. Setelah beberapa kali rapat untuk menimba gagasan (brain storming) dengan beberapa rekan,ia mendapat ilham untuk menggunakan bintang film yang sudah meninggal. Pilihanya sangat  mudah ; John Wyne, Marylin Monroe, dan James Dean yang semuanya masuk peringkat bintang film favorit dalam kelompok umur pasar 15 – 20 tahun. Hak cipta diperoleh dan setelah 3,5 tahun terdapat indikasi bahwa kampanye merupakan sukses besar: kesadaran merek naik samapai 75 persen dan kesadaran terhadap iklan naik sampai 65 persen.


PENGIKLANAN GLOBAL DAN MEREK DUNIA

Pengiklanan adalah pengalihan dari imbauan iklan, pesan, kerja seni, naskah, potret, cerita, dan segmen video dan film (spot) dari satu negara ke negara lain. Setiap orang mengakui pentingnya unsur iklan dari bauran komunikasi. Biasanya, biaya suatu kampanye yang tidak efektif sama mahalnya dengan kampanye yang efektif tetapi hasil dalam penjualan yang tercapai tidak dapat diperbandingkan. Karena itu, kemampuan untuk mengalihkan suatu kampanye secara berhasil ke seluruh dunia menjadi keunggulan yang kritis bagi suatu perusahaan multinasional atau global.

Meskipun terdapat keunggulan yang jelas dari kampanye global. Sebagai contoh, seorang produsen terkemuka  dari peralatan pertanian mengembangkan kampanye yang sangat berhasil sekitar kesaksian  petani kecil di Amerika Utara.Kampanye ini pun diluncurkan di Eropa tetapi ditarik kembali setelah dua minggu. Para dealer berpendapat bahwa kampanye itu bersifat menghina. Jumlah petani Eropa memang kecil dan penekanan atas kecilnya petani itu membuat pelanggan Eropa bahwa perusahaan menggunakan petani gurem dan bukan petani sebenarnya.

Sangat penting untuk membedakan antara usulan pembelian atau usulan penjualan dengan penyajian reatif adalah bagaimana orang mengatakanya . Sebagai contoh, usulan pembelian banyak produk adalah untuk kesenangan atau rekreasi, dan penyajian kreatifnya memperlihatkan bagaimana orang menikmati produk itu.

Dalam salah satu survey, eksekutif periklanan yang berpengalaman merasa bahwa usulan yang kuat agar orang membeli, dapat disampaikan lebih dari 50 persen setiap waktu. Satu contoh dari usulan membeli yang dapat disampaikan dengan baik adalah”mutu terbaik “. Janji akan harga rendah atau nilai bagi uang seseorang biasanya dapat mengatasi penghalang nasional. Dalam survai yang sama, sebagian besar eksekutif mengindikasikan mereka tidak percaya bahwa penyajian kreatif dapt berjalan dengan baik. Rintanganya adalah penghalang kebudayaan, komunikasi, masalah legislatif (sebagai contoh, di Perancis tidak diperkenankan anak-anak digunakan untuk menjajakan produk), kedudukan kompetitif (strategi pengiklanan merek atu produk terkemuka biasanya sangat berbeda dengan strategi untuk merek kurang terkenal), dan masalah dalam pelaksanaan.

Yang disebut tadi adalah penghalang nyata tetapi terdapat alasan kuat untuk berusaha menciptakan kampanye internasional yang efektif . Mengembangkan kampanye internasional berarti bahwa perusahaan dipaksa menemukan pasar global untuk produknya . Perusahaan pertama yang menemukan pasar global bagi produk apapun selalu memiliki keunggulan.

Terdapat tiga kesulitan besar yang dapat timbul dalam usaha komunikasi internasional :

  1. Pesan tidak sampai pada penerima yang dimaksudkan.
  2. Pesan dapat disampaikan ke penonton sasaran tetapi tidak dimengerti atau bahkan salah dimengerti.
  3. Pesan dapat disampaikan dan dapat dimengerti, tetapi tidak mendorong si penerima untuk mengambil tindakan yang diinginkan si pengirim.

 

DAYA TARIK

Daya tarik iklan harus konsisten dengan cita rasa, keinginan dan sikap dalam suatu pasar. Literature pemasaran penuh dengan kesimpulan berupa anekdot tentang perbedaan mendasar yang ada dalam pasar yang mengharuskan adaptasi dari imbauan. Misalnya, peragaan model di Belgia tidak akan memperkuat daya tarik produk karena pekerjaan sebagai model dianggap kurang terhormat di Belgia. Di Perancis, daya tarik pasta gigi di Negara ini tidak sekuat di AS karena orang perancis tidak begitu memperhatikan lobang di gigi mereka.

 

ILUSTRASI DAN LAYOUT

Beberapa bentuk artwork telah dipahami dan dipergunakan secara universal. Revlon misalnya, menggunakan produser Prancis untuk mengembangkan iklan tv dalam bahasa Inggris dan Spanyol yang digunakan dalam pasar internasional. Iklan yang diambil di wilayah Prancis mengkomunikasikan daya tarik dan keunggulan Revlon dalam pasar internasional.

Pepsi Co. mempergunakan empat iklan dasar untuk mengkomunikasikan tema iklan. Adegannya adalah anak-anak muda yang sedang  berpesta di pantai yang diadopsi karena mencerminkan lingkungan fisik umum serta ciri rasial dari Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Afrika,  dan Asia. Musiknya pun disesuaikan dengan kelima wilayah tersebut, yaitu music rock untuk Amerika Utara, bossanova untuk Amerika Latin, high life untuk Afrika dan sebagainya. Pepsi begitu berhasil dalam adaptasinya, sehingga banyak orang mengira itu adalah produk local.

Potensi periklanan global efektif meningkat dengan munculnya konsep baru seperti budaya produk. Batasan didasarkan pada demografi global budaya remaja, misalnya : bukan lagi pada etnik/ budaya suatu bangsa. Periklanan global bekerja dengan asumsi. Keunggulan dari merek global termasuk efisiensi dalam periklanan disamping perbaikan akses pada saluran distribusi. Jika tempat dirak di toko amat berharga seperti produk makanan, sebuah perusahaan harus menyakinkan pedagang pengecer untuk menjajakan produknya bukan produk pesaing.

Mempunyai merek global dapat membantu untuk membujuknya kerena dari sudut pandang pengecer, merek global kemungkinan tidak akan lama berada dirak.

Menurut salah satu survei yang dilakukan baru ini eksekutif periklanan berpengalaman menyatakan bahwa tawaran penjualan yang kuat dpat dialihkan lebih dari 50% setiap kali, posisi persaingan (strategi periklanan dari merek/produk yang menjadi pimpinan pasar biasanya jauh berbeda dengan merek yang kurang terkenal. Dan masalah pelaksanaan ini benar-benar merupakan hambatan tetapi terdapat alasan kuat untuk mencoba membuat kampanye global untuk produknya. Perusahaan pertama yang menemukan pasar global untuk produk apapun selalu mempunyai keunggulan dibandingkan perusahaan yang datang belakangan. Pencarian kampanye periklanan global dapat menjadi ujung tombak strategi global yang berkaitan.

Pengetahuan tantang budaya yang beraneka ragam diperlukan usaha pemasaran global terutama simbolisme yang berhubungan dengan sifat budaya. Kampanye global menjadi bukti keyakinan dipihak beberapa pemasang iklan bahwa tema yang disatukan tidak hanya membangkitkan penjualan jangka pendek tetapi juga membina identitas produk jangka panjang dan penghematan signifikan yang lain dalam biaya produksi disamping itu, tidak setiap perusahaan menggunakan konsep periklanan global.

Perilkanan internasional harus memastikan bahwa iklan tanpa penyesuaian diperluas di pasar lain, contoh : perluasan tanpa penyesuaian adalah iklan keju disamping segelas bir di Prancis. Iklan seperti itu sempurna untuk kebiasaan makan orang Jerman tetapi kombinasi yang cocok untuk Perancis adalah keju dengan anggur.

Naskah iklan menulis mengenai naskah yang sama dari seterika yang sama ini?”Elinder mengajukan pendapat bahwa perbedaan konsumen antara negara semakin kecil dan bahwa dia akan semakin efektif melayani kepentingan pelanggan dengan menempatkan seorang spesialis ternama untuk memikirkan kampanye internasional yang kuat. Kampanye kemudian disajikan dengan modifikasi yang tidak signifikan yang terutama perlu menerjemahkan naskah ke dalam idiom bahasa setempat.

Pada awal dekade 1980-an ,Pierre Liotard-Vogt, mantan CEO dari Nestle, mengungkapkan pandangan serupa dalam wawancara dengan Advertising Age.

Advertising Age: Apakah selera dan preferensi makanan berbeda di setiap negara tempat Anda melakukan bisnis?

Lotard-Vogt : Dua Negara tempat kami menjual paling banyak kopi instan mungkin adalah Inggris dan Jepang. Sebelum perang dunia kedua rakyat di negara ini tidak minum kopi,dan saya mendengar orang berkata bahwa merupakan usaha yans sia-sia untuk mencoba menjual kopi insatan di inggris, karena orang Inggris hanya minum teh dan harapan itu lebih kecil lagi untuk orang Jepang, karena meraka minum teh hijau dan merka tidak tertarik pada minuman yang lain.

Ketika saya masih muda, saya hidup di Inggris dan pada waktu itu, bila anda berbicara kepada orang Inggris mengenai makan sphagetti atau pizza atau makanan semacam itu , dia akan memandang anda dan berpendapat bahwa jenis makanan itu hanya untuk orang italia. Sekarang di setiap sudut jalan raya di London anda akan menemukan rumah makan yang menjual pizza dan sphagetti.

Jadi saya tidak percaya [praduga] mengenai “selera nasional”. Itu adalah kebiasaan , dan kebiasaan itu tidak sama. Bila anda memperkenalkan makanan berbeda kepada masyarakat, bahkan sekalipun pada awalnya mereka tidak mengenalnya, kalu mereka terbiasa, mereka akn menikmatinya.

Sampai tingkat tertentu kita mengetahui bahwa di utara masyarkat lebih menyukai kopi yang ringan dan sedikit asam serta kurang disangrai; di selatan, masyarakat menyukai kopimyang hitam dan kental. Jadi saya tidak dapat mengatakan bahwa tidak ada perbedaan selera. Tetapi mempercayai bahwa selera itu sudah tertentu dan tidak dapat diubah merupakan kekeliruan.

Debat ”standardisasi versus lokalisasi” memuncak setelah publikasi, dari Ted Levit berjudul “The global ization of Markets” dalam Harvard Business Review pada tahun 1983. Thesis Levitt secara singkat berbunyi: Dunia semakin lama semakin homogen.Perusahaan global, tulisnya, seharusnya menjual produk standar ke seluruh dunia denagan kampanye iklan standar juga. Artikel itu menyebabkan oarng menatap agenda untuk diskusi , debat, dan penelitian selama sisa dekade1980-an. Pada tahun 1988, sebuah artikel muncul di halaman depan The Wall Street Journal yang melontarkan kritik tajam terhadap pandangan Levitt. Beberapa, artikel itu berisi catatan seorang CEO dari biro iklan besar yang mengatakan ‘Komentar Theodore Levitt mengenai dunia semakin homogen adalah omong kosong”. Sekalipun demikian kurangdari lima tahun setelah munculnya artikel tadi , artikel kedua dalam The Wall Street Journal yang isinya berlawanan.”Global Ad Campaigns, After Many Missteps, Finally Pay Dividends, ”judul artikel tersebut ironis, nama Levitt tidak disebut dalam artikel tadi.

Berbeda dengan pandangan yang diungkapakan oleh Levitt dan Liotard-Vogt, beberapa penelitian baru ini-baru ini menyatakan kecenderungan ke arah bertambahnya penggunaan periklanan internasional terlokalisasi. Kanso(1992) mencapai kesimpulan itu setelah mempelajari dua kelompok manajer periklanan yang berbeda. Erka yang mengambil pendekatan terlokalisasi terhadapperiklanan dari luar negeri dan mereka yang mengambil pendekatan terstandar. Penemuan lain adalah bahwa manajer yang berorientasi pada budaya lebih menyukai pendekatan terstandar . Seperti yang dengan tepat dikemukakan oleh Kano, kontroversi mengenai pendekatan periklanan mungkin masih akan berlanjut dalam tahun-tahun mendatang. Periklanan terlokalisasi dan terstandar mendapat tempat dan keduanya akan terus dipergunakan. Kesimpulan Kano adalah apa yang diperlukan agar sukses dalam periklanan internasional adalah komitmen global pada visi lokal.

DAYA TARIK PERIKLANAN DAN KARAKTERISTIK PRODUK

Periklanan harus mengkomunikasikan daya tarik (appeal) yang relevandan efektif dalam lingkungan pasar sasaran. Karena produk sering berada pada tahp yang berbeda dalam daur hidupnya di berbagai pasar nasional, dan karena terdapat perbedaan budaya, sosial, dan ekonomi yang mendasar di pasar, maka daya tarik yang paling efektif untuk suatu produk mungkin bervariasi dari pasar satu ke pasar yang lain. Sekalipun demikian pemasar harus berusaha untuk mengenali situasi dimana (1) terdapat potensi pengurangan biaya karena adanya efisiensi; (2) hambata n terhadap standardisasi seperti perbedaan budaya tidak signifikan dan (3) produk memuaskan kebutuhan kebutuhan fungsional dan emosional yang serupa dalam budaya yang berbeda

Green, Cunningham, dan Cunningham melakukan studi lintas budaya untuk menentukan sejauh man konsumen dari bangsa yang baerbeda menggunakan criteria yang sama untuk mengevaluasi dua produk konsumen yang umu: minuman ringan dan pasta gigi. Subyek meraka adalah mahasiswa di perguruan tinggi  berasal dari Amerika Serikat, Prancis, India, dan Brazil. Dalam hubungan dengan Perancis dan India , sampel yang berasal dari A.S lebih menekankan pada sifat subyektif dan sifat produk yang kurang fungsional, sampel yang berasal dari brazil tampaknya bahkan lebih memikirkan sifat subyektif daripada sampel dari A.S . Para penulis tersebut menyimpulkan bahwa pesan periklanan sebaiknya tidak menggunakan daya tarik yang sama untuk negara-negara ini bila pemasang iklan sedang mempertimbangkan komunikasi sifat-sifat produk yang paling penting di masing-masing pasar.

Periklanan efektif mungkin juga harus berbeda antara imbauan dasar produk dan pelaksanaan kreatif daya tarik itu. Bila pelaksanaaan kreatif di sebuah pasar kunci amat erat berkaitan dengan sifat budaya tertentu, pelaksanaanya di pasar lain mungkin harus disesuaikan. Misalnya Club Med berusaha menggunakan kampanye periklanan global yang sama yang menampilkan foto indah orang yang berlibur menggunakan pakaian renang minim. Bagi banyak orang Amerika, yang mempunyai sikap sederhana kalu sedang berada di tempat terbuka, iklan dipandang sebagai tidak layak dan erotik, yang hanya menarik “orang lajang yang senang berganti-ganti pasangan.” Orang Eropa, yang terbiasa dengan setengah telanjang di depan umum di pantai, tidak menganggap iklan itu tidak layak. Walaupun Club Med mempertahankan daya tarik penjulalan dasar yang dikaitkan dengan tema”Antidot terhadap peradaban” ,pelaksanaan kreatif harus disesuaikan dengan selera, persepsi, .dan pengalaman pasar Amerika.

Produk konsumen tertentu juga tergantung pada perluasan periklanan. Bila suatu produk mempunyai daya tarik pada kebutuhan yang sama di seluruh dunia, terdapat kemungkinan memperluas daya tarik  pada kebutuhan itu. Isu dasarnya adalah apakah terdapat pasar global untuk produk itu, karena bila pasarnya bersifat global, imbauanya dapat diperluas , Coke dan Pepsi, wiski Scotch, arloji Swiss yang mahal.

Pencarian untuk menemukan suatu kampanye internasional dapat menjadi ujung tombak pencarian suatu strategi global yang bersinambungan (coherent). Untuk dapat melakukannya diperluakn semua partisipasi semua yang terlibat dengan produk untuk berbagi pengalaman dan informasi. Landasan ini dapat menjadi dasar untuk perkembangan kampanye global sebenarnya, dan kampanye global dapat menjadi perekat konseptual yang dapat mengikat strategi global yang sebenarnya.

Masalah lain yang harus dihadapi adalah apakah perusahaan akan mengundang agen periklanan untuk melayani perkiraan produk atas dasar mulinegara atau bahkan gobal kini semakin besar kecendrungan diantara pelanggan untuk menunjuk agen global untuk menunjuk produk agar dapat mendukung pemaduan dari fungsi pemasaran dan pengiklanan.

Suatu penelitian yang dilakukan baru-baru ini mengindikasikan bahwa perusahaan produk konsumen memandang globalisasi dengan serius, khususnya perusahaan bukan makanan dimana dikatakan 61 persen bekerja menuju strategi global untuk strategi yang sudah ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: